Sabtu, 10 Desember 2011

Estetika Dalam Psikologi

Mengapa pembahasan mengenai aestetika penting dalam psikologi? Mungkin yang relevan adalah untuk mempermudah dalam memahami apabila anda mencoba memikirkan sebuah percobaan atau penelitian. Bayangkan anda hidup dalam dunia dimana semua gedung yang dibangun berwarna abu-abu, dengan struktur balok; semua pakaian sama, berwarna abu-abu tanpa ornamen; dan tidak ada dalam kehidupan bermasyarakat yang memiliki keinginan untuk memperindah lingkungan mereka atau orang di sekitarnya. Apakah anda akan menikmati dalam dunia seperti itu? Kebanyakan seseorang akan menemukan kurangnya kualitas yang penting-keindahan-yang akan meningkatkan pengalaman kita sebagai manusia. Sebenarnya, beberapa orang hidup dalam ‘dunia’ itu-hal tersebut merupakan lingkungan penjara. Buktinya, kehidupan yang terpenjara, kurangnya nilai aestetika merupakan bagian dari hukuman. Jadi, pembahasan pertama mengenai aestetika akan sedikit keluar dari konsep dalam buku ke arah perilaku yang baik, akan tetapi refleksi singkat menunjukkan bahwa hal tersebut cukup konsisten dengan topik lain yang dibahas. Mungkin ada yang masih berpikir, mengapa pembahasan mengenai aestetika ada dalam sebuah bab dalam keunggulan dan kreatifitas. Pertama, terdapat hubungan yang jelas antara aestetika dan kreatifitas. Yang kedua, salah satu cara dalam pemikiran aestetika adalah dalam penghargaan terhadap keunggulan.

Mengapa Pemikiran Mengenai Aestetika Penting bagi Perilaku?

Meskipun dalam sejarah studi kasus menunjukkan bahwa seseorang telah menunjukkan segi pemikiran artistik mereka sejak tercatat dalam sejarah. Kami mengetahui bahwa masyarakat pada saat itu telah memiiliki bentuk ekspresi artistik. Keindahan lukisan di dalam gua yang terdapat di Lascaux dan vallon-Pont-d’arc, Perancis usianya mencapai lebih 12.000 sampai dengan 20.000 tahun dan terdapat juga ekspresi artistik yang sesusianya, diantaranya musik, tarian, dan cerita. Bahkan bangsa Nomadic telah mengekspresikan karya pemikiran artistik mereka dalam barang-barang, seperti hiasan yang terdapat pada kain, tembikar, tulang, atau karya dari batu-batuan yang indah. Hiasan tersebut tidak dibuat tanpa alasan tertentu, seperti meningkatnya nilai suatu benda milik yang lainnya, akan tetapi lebih sederhana dalam pembuatan benda sehari-hari bagi pemiliknya. Melihat keindahan pada benda-benda akan meningkatkan pemikiran mengenai perilaku-meskipun hanya sementara. Buktinya, ketika masyarakat menjadi lebih mahir, minat seseorang untuk membawa pemikiran mengenai aestetika ke dalam kehidupannya akan meningkat. Bukti yang ada pada dunia saat ini, adanya peningkatan pembelanjaan untuk perhiasan, fashion, furniture model terbaru, modil, atau rumah ‘impian’ terbaru, semuanya bertujuan untuk memberi pemiliknya sebuah pemikiran mengenai keindahan. Meskipun beberapa barang biasanya didapatkan untuk mendapatkan status sosial yang mereka bawa, ada lagi yang didapat untuk memperoleh kesenangan aestetika yang mereka berikan.

Singkatnya, minat untuk merangsang pemikiran mengenai aestetika telah ada sejak awal era kehidupan manusia. Akan tetapi, dengan tujuan apa pemikiran tersebut dipakai?dari sudut pandang psikologi, itu dapat dipakai dengan berbagai tujuan. Dalam penelitian membuktikan bahwa sebuah daerah luas yang misterius dan belum mudah dimengerti secara reliabel, akan membuat seseorang tertarik (Franklin dan Kaplan, 1994).

Kesenian, photografi, lukisan dan objek lainnya yang dipajang oleh seseorang di rumahnya juga membuat seseorang ingat pada suatu tempat atau benda dan seseorang yang kita sukai. Seringkali, benda-benda tersebut dipakai sebagai perangsang untuk emosi yang positif juga dengan membantu kita mengingat memori menyenangkan dan pengalaman atau dengan membawa kita ke sana, meskipun hanya sebentar, dari hari ke hari telah disadari dapat mengkonsumsi kehidupan emosi kitaapanila kita tidak berhati-hati. Pemikiran mengenai aestetika dapat membantu kita mempelajari dunia di sekitar kita. Benda yang menarik, pola yang aneh, dan kombinasi warna yang tidak diduga dapat merangsang perasaan penasaran kita. Seperti objek yang ada di dunia kita, membuat kita tertarik dalam kehidupan dan menyediakan berbagai macam variasi dan rangsangan terbaru. Bahkan balita yang berumur satu minggu lebih akan menunjukkan pilihannya pada objek yang menarik dan menghindari yang lain di lingkungannya. Kesenian juga dapat digunakan untuk mengekspresikan emosi, institusi, dan maksud seseorang yang dirasakan sulit diartikan dalam kata-kata. Bahkan tembikar adalah karya seni yang menggunakan kata-kata untuk mengungkapkan maksud yang melebihi kata-kata itu sendiri. Akhirnya, minat untuk mendapatkan pengalaman aestetika tampaknya akan meningkat dalam kehidupan masyarakat. Menghadi museum, gedung bioskop, pertunjukan musik dan tarian telah meningkat secara signifikan beberapa dekade ini.

Kesenian sebagai Jalan Perkembangan Personal

Kegunaan lain dari aestetika-meskipun sudah umum-adalah untuk melihat suatu kesenian sebagai sebuah langkah seseorang dalam meningkatkan perkembangan personal. Menurut pendekatan ini, kesenian seharusnya dapat menantang seseorang untuk melihat perkembangan dunia, yang lainnya, dan mereka sendiri dengan jalan yang baru dan merangsang seseorang untuk berpikir dan merasakannya berbeda. Pendangan bahwa kesenian dapat menunjukkan jalan ke arah visi yang baru masa depan didasarkan pada pergerakan avant-garde yang dimulai pada abad ke sembilan belas. Artis pada masa avant-garde secara bebas untuk menggugat par kaum borjuis yang mereka lihat sebagai penguasa, takut pada emosi, dan mencekik dalam sistem sosial yang menginginkan kenyamanan daripada kreatifitas (Hughes, 1980). Sementara dalam posisi ekstrem ini, kesenian dapat digunakan untuk merubah perasaan puas kita mengenai siapa diri kita.

Ahli filosofi dan psikologi dari Amerika, John Dewey (1934) mengusulkan fungsi yang mirip pada kesenian dalam bukunya Art as Experience. Dia meyakini bahwa apresiasi pembentukan suatu seni “ dalam [experience] yang dapat mengintensifkan pemikiran mengenai kehidupan yang serba cepat” (dalam Sarason, 1990, p.86). Menurut Dewey, pemikiran mengenai aestetika menjadi penting dalam perilaku karena dapat menciptakan sebuah vitalitas yang tinggi yang merupakan suatu perbaikan. Dengan kata lain, pemikiran aestetika akan membantu kita mengatasi masalah duniawi dan terlebih lagi mirip dengan mengintensifkan hubungan kita dengan pengalaman kita terdahulu. Perasaan mengenai aestetika meningkatkan kepedulian kita, memberikan semangat yang tinggi pada penghargaan dalam hal pengalaman manusia, dan membuat lebih lengkap “penetrasi dalam diri dan dunia pada benda dan kejadian” (sarason, 1990, p.86). dalam pandangan Dewey, kesenian dan sebuah pemikiran aestetika seharusnya tidak dipisahkan dari kehidupan sehari-hari kita. Pemikiran aestetika seharusnya tidak dibatasi secara sederhana pada pengalaman tersebut yang dianggap sebagai karya seni.

Seymour Sarason (1990) setuju dan mengusulkan bahwa kebutuhan ekspresi kesenian atau penghargaan tersebut adalah universal. Dia juga mengatakan bahwa ekspresi artistik akan selalu manahan masa kecil seseorang seperti seorang anak kecil yang menerima pesan “kesenian” adalah sesuatu yang dinilai, hanya yang “kreatif” yang dapat melakukannya dengan benar, dan bahwa salah satu pencarian dalam kesenian adalah untuk mendapat suatu pengakuan dari luar atau mendapatkan lebih dari kepuasan sendiri. Sarason percaya bahwa dalam tingkat kedewasaan, penekanan tersebut membutuhkan ekspresi artistik yang dapat menciptakan “mempercepat penyebab ketidakpuasan dalam kehidupan sehari-hari mereka” (p.5). Dengan kata lain, hilangnya penekanan dalam kebutuhan aestetika adalah sebuah pemikiran bahwa kehidupan membosankan dan tidak menarik. Ken dan Mary Gergen (2001) melaporkan keberhasilan program yang dirancang untuk menolong orang tua menyalakan lagi “rangsangan ekspresif, suka bermain, dan inovaitf, seperti pada perkembangan seorang anak, akan tetapi terlalu sering hilang atau tertahan pada saat ‘matang’” (p.2). Kabar baiknya adalah bahwa keajaiban kreativitas tidak akan lenyap selamanya.

Sebuah contoh yang kuat bahwa kesenian memiliki pengaruh pada kita terjadi pada saat kesenian mendorong batasan personal kita sehingga kesenian “dapat diterima.” Salah satu contoh yang yerkenal pada suatu perubahan yang tidak diterima dalam aestetika muncul dari pertujukan Stravinsky Le Sacre du printemps (“The Rite of Spring”) di paris pada tahun 1913. Para penonton sangat marah sehingga mereka membuat kerusuhan. Stravinsky membuat sebuah komposisi musik yang bertentangan dengan pemikiran penonton dalam hal aestetika yang secara normal membuat masyarakat Paris marah (Brockway dan Weinstock, 1958). Hal ini dapat menjadi stimulus yang mengingatkan kita pada kesenangan dan kekuatan kita atau sebagai salah satu hal yang mendorong kita untuk melihat pada batasan ujian yang diciptakan dalam hidup kita.

Kesenian Sebagai Pertolongan Pertama untuk Menyembuhkan dan Menningkatkan Intelejensi

Bandingkan contoh yang telah dibahas dalam diskusi sebelumnya pada beberapa penelitian baru di bidang musik. Baru-baru ini, the New York Academy of Sciences menerbitkan koleksi penelitian mengenai musik, bertema Biological Foundations of Music (Zatorre dan Peretz, 2001). Dalam buku ini, sebaik seperti yang lainnya, mengindikasikan bahwa musik dapat membantu pasien lebih lebih cepat setelah menjalani operasi bedah, dapat membantu pasien kanker dalam proses penyembuhan, dapat membantu pasien Alzheimer mengingat kejadian di masa lalu, dapat membantu seseorang menahan rasa sakit dengan lebih baik ketika merasakan sakit, dapat mendorong sistem imune, dan bahkan dapat membantu anak-anak meningkatkan nilai ujian. Beberapa bukti telah menemukan bahwa musik sebenarnya dapat meningkatkan kapasitas otak dan memperbesar ukurannya. Gottfried Schlaug dan kolega (Schlaug et al., 1995; Schlaug, 2001) membandingkan pemindaian otak dari tiga puluh musisi dan tig puluh non-musisi, dan menemukan bahwa corpus collosums musisi lebih besar ukurannya. Penelitian terbaru mengindikasikan bahwa selama mendengarkan musik telah banyak keuntungan yang didapatkan, kebanyakan keuntungan yang didapat adalah dari bermain musik. Penelitian telah menemukan bahwa anak-anak berumur antara 3 sampai 4 tahun yang belajar cara memainkan piano, mempunyai nilai 34 persen lebih tinggi dalam tes keahlian abstrak daripada anak-anak yang belajar dengan kemampuan komputer. Penelitian yang lain menunjukkan bahwa anak-anak dengan attention deficit hyperactivity disorder belajar untuk berkonsentrasi lebih baik dan mengatur gerakan mereka lebih baik setelah bermain game dengan irama musik (Zatorre dan Peretz, 2001).

Menemukan Keindahan di luar Kesenian

Seseorang dapat menghargai dan mengapresisikan keindahan dalam berbagai bentuk. Sebuah “keindahan” dalam teori khusus atau perhitungan yang unik atau hal yang luar biasa akan bergeser meskipun itu ilmuwan. Beberapa ilmuwan pernah mengatakan bahwa teori ilmiah harus dinilai sebagian pada “keistimewaannya” Susan Fitzpatrick (2001) menyarankan ilmuwan yang diikutinya untuk menjelaskan pada muridnya tentang “saat-saat anda menyadari keindahan dalam pekerjaan ilmuwan lainnya dan kau jatuh cinta” (p.4). Yang lainnya yang pernah terlibat dalam kompetisi atletik tingkat tinggi akan memberitahu anda bahwa salah satu hal yang paling menarik dalam dtletik adalah bahwa pada saat tertentu selama kompetisi, sifat lemah gemulai, ketepatan, atau bahkan keberanian seorang atlit adalah “keindahan”.

Keaslian Pemikiran Aestetika

Beberapa peneliti telah mengusulkan bahwa pada saat mereka tertarik bergabung dan mengelompok dengan lingkungannya maka akan terjadi perubahan secara revolusioner yang signifikan (Franklin dan Kaplan, 1994). Dalam pandangan ini, seperti evolusi pada manusia, hal seperti keanehan akan menjadi suatu keuntungan karena hal ini akan mendorong niat manusia untuk mengenal lingkungan mereka. itu akan menolong mereka mencari informasi yang baru dan memperluas wawasan kognitif mengenai lingkungan mereka. semakin mereka menganal dunia mereka, semakin baik mereka dapat beradaptasi. Teori evolusi yang lainnya mengenai aestetika muncul dari berbagai macam sumber. Psikolog dari Swiss Carl G. Jung mengusulkan bahwa respon emosional kita pada bentuk dan gambar tertentu akan berpengaruh pada pola respon bawaan yang kita sebut “collective unconcious”.

Meskipun terdapat beberapa bagian dari evolusi di dalam pemikiran mengenai aestetika, juga dapat dibenarkan bahwa penilaian mengenai keindahan dipelajari dari budaya menghargai dan periode sejarah dimana kita hidup. Kebutuhan dalam hal ekspresi artistik bisa jadi merupakan pembawaan, akan tetapi signifikansi psikologisnya merupakan tampilan singular dalam aestetika, dan hal ini lebih sering dipelajari. Bagaimanapun juga, penghargaan atau apresiasi yang baru pada kesenian bisa didapatkan oleh siapapun yang melakukannya. Untuk itulah kita dapat belajar untuk mengapresiasikan pengalaman aestetika yang dapat kita kenali menjadi tidak menarik.

Dapatkah Suatu Tragedi dan Kesedihan Menjadi Sesuatu Yang Indah?

Seseorang mengetahui bahwa kejadian tragis menjadi bagian dari hidupnya; mereka tahu bahwa dalam menghadapi salah satu aspek kemanusiaan tersebut mereka harus berhadapan dengan kesedihan bagaimanapun juga. Melalui media kesenian, seseorang mendapatkan pengalaman tragedi dan setidaknya mendapatkan tiga keuntungan. Yang pertama, perasaan empati untuk pembentukan karakter yang mengingatkan kita tentang rasa kemanusiaan dan bahkan dapat meningkatkan kualitas seperti rasa belas kasih dan kemurahan hati. Kedua, perasaan belas kasih ini dapat juga membentuk sebuah pemecahan masalah agar tragedi yang pernah terjadi tidak terulang lagi. Tragedi dapat membentuk suatu dedikasi untuk mencegah terjadinya tragedi di masa depan di dunia ini. Ketiga, pengalaman sedih dan tragis dalam kesenian membuat kita dapat merasakan emosi tanpa mengalami hal yang sebenarnya dalam peristiwa tersebut. Secara paradoks, kekuatan tragedi yang dapat kita rasakan tersebut adalah perasaan emosi negatif pada suasana yang tepat yang dapat mendorong kita mendapatkan pengalaman emosional seperti rasa kasihan, harapan, perasaan lega, empati, atau keberanian dalam menghadapi permasalahan.

BY: FAISAL RAMADHAN SYAH PUSADAN

renugan akan dirimu

DIBALIK SEMUA

DIbalik tatapan kosong
ditemani melodi sumbang
dibalik sebuak kekosongan tersimpan sebuah harapan

semua akan berubah
idealiseme akan bergerak
memporak-poradanakan dirimu

hari ini kau akan sangat idealis
besok kau akan kapitalis
dengan alasan realistis

dibalik sosok idealisme
akan menembus ruang-ruang kosong
semua akan berubah dan yang tinggal
hanya kenagan


maka kenangglah hari ini
karena esok taakan sama dengan hari ini

SAATNYA AKAN KEMBALI

semua bergerak dari titik nol
menjadi satu dan satu akan hadir
kemudian akan mendua
dari kedua akan menjadi pesona
akan menjadi cantik akhirnya
akan lupakan diriku


eksistensi menjadi ke akuan ku
aku tidak membutuhkan yang lain
sampai dedauan berguguran di sisiku


kesadaran ku mulai kembali padaku
sepeti kerinduan kembali padanya
tanah yang kering yang karenanya kau ada
dan aku sadar kerinduan bunga yang menyebabkan dia gugur
meninggalkan pohon

aku rindu akan dirimu

Malang 13 okt 2012

KENAGAN KU DI MALANG

malang 23,09,12

semua yang ada dialam bergerak
melantunkan melodi yang berbeda
tapi senada

gerak menyayikan melodi indah
cukup di dengar dengan diam
lalu dia akan menyanyi

song of natural
Malang 26,09,12

roman pesona kehidupan
mengantarkan pada pengembaraan hidup
dalam setiap fase pengembaraan
warna dalam alam

melodi itu tetap sama
nyanyian itu tetap sertupa
orang semakin tua 
dan menemukan hal-hal baru

semua boleh silih berganti tapi 
tidak ada yang baru bagi alam

Malang 27,09,12

aku mulai bergerak dari tempatku sebelumnya
kembali menikmati secangkir kopi dan sebatang rokok
dan kembali melirik hati, mengajaknya berdamai
agar dia mau menceritakan tentang alam padaku

cinta yang tidak penah dipahami pikiran
tentang harmonisasi, tentang ritual
CINTA IBU ALAM untuk menjaga alamnya

Malang 29,09,12
terdengar idakan tawa dibalik tembok
mengantar aku pada puluhan mil di timur jauh
diruang-ruang dimana aku
mengeksplorasi ide-ide ku

kerinduan akan ruang di dalam hati
yang sesaat aku matikan 
untuk ruang - ruang sunyi 
isinkan aku menikmati teriakan- teriakan ini


Malang 26,09,12

 Suara kuning kembang gugur

di penghujung senja,menatap kagum
kekuasaanmu, dedauan yang bergugura semerbak gambaran
kekuasaanmu, tak berdaya menatap keindahan mu
berdia dan bertasbih pada MU
bersalawat pada kekasihMU menyapa sang pintu pengetahuan
memeluk sang wanita suci kecintaan kekasih Mu
menyandarkan harapa pada safaat pemuda surga




kembang-kembang kuning itu bersedih berpisah dari tangkainya
tetapi bergembira menyatu dengan asalnya ( ah akhirnya penantian
panjang akan kerinduan ku menyatukan ku dengan dia)
MUSNALAH AKU YANG ADA HANYA DIA

Malang 14,10,12
SKENARIO

cita-cita, ide, hayalan
angan-angan, harapan dan semua yang kita lakukan
adalah skenario yang kita buat untuk diri kita

semua yang kita inginkan untuk diri kita adalah ideal
tapi penulis skenaro terbesar terhadap lakonyang kita
perankan kadang berkata lain

memainkan dua peran dalam hidup kita
adalah hal yang biasa, sangat sering berjalan dengan skenari yang berbeda
hidup adalah belajar berskenaro, karena skenario adalah hidup

BUDAYA MALU-MALUin

BUDAYA MALU-MALUin

negri indah subur dan rupawan 
bagaikan gadis cantik
memperlihatkan kemolekan tubuhnya 
di hadapan laki-laki tanpa malu-malu 
seolah hendak dipandang dan dinikmati

apa yang terjadi dengan negri kita ini di tengah peradaban pos-moderenitas, dimana  kebanyakan  manusia  tidak memperlihatkan apa yang sedang terjadi di sekelilingnya bahkan sampai pada tidak punya perasaan dan rasa malu, bangsa yang dikenal dengan keramahan, etos kerja yang tinggi, teku, memiliki semangat gotong royong, yang berlahan -lahan semakin megikis dan suatu saat akan hilang, pilar dan benteng teguh bangsa ini di hancurkan dengan budaya baru yang ku sebut budaya malu-malu, BUDAYA MALU-MALU budaya yang menghantarkan masyarakat di negeri ini melepaskan perasaan, melepaskan etika, melepaskan semua milik dan hak nya di berikan begitu saja pada hal-hal yang tidak di pahami.

melepaskan perasaan dari perasaan yang sanggat iba terhadap hal yang terjadi di sekelilinggnya berganti dengan masabodoh dan tidak mau peduli, seorang gadis cantik tinggi semampai dengan hak tinggi dengan mengunakan pakaian yang bagian atassnya jadi serbah menonjol ( biar agak sopan) dan jens ketat sehingga lekukan pinggul kebawah kelihatan ( seksi kata sebagian orang yang melihatnya) dengan gaya yang berlenggak bak seorang model di woll merah, tanpa peduli apa yang terjadi di sekelilinggnya ( sekarang saya menggajak pembaca untuk berimajinasi bukan lekukan tubuh wanita itu tapi coba kita lihat apa yang terjadi dengan orang-orang di sekeliling wanita itu), semua mata tepanah memperhatikan dari atas sampai bawah mulai anak kecil sampai kakek-kakek bukan hanya peria yang melihatnya tetapi wanita juga memandang keindahan yang tak dihargai oleh pemiliknya atau terlalu dihargai sehingga memamerkan begitu saja dihadapan banyak mata
memang pakean itu pakaian mu
memang yang kau gunakan adalah milikmu
memang yang melekat ditubuh mu adalah milikmu 
tapi mata yang melihatmu apakah juga mata mu
perasaan yang melihat mu adalah perasaan mu
rasa keinginan untuk mempesetubuhimu adalah keinginan  mu

tidak sadaar kah engkau bawasanya keindahan 
yang kau milili bukan hakmu yang tidak patas kau perlihatkan

mata adalah nikmat dari tuhan yang harus di sukuri, anugra ilahi yang harus di tempatkan pada tempatnya dimana mata sebagai alat umtuk melihat kekuasaan tuhan, untuk melihat apa yang terjadi di sekeliling kita, untuk melihat apakah ini pantas atau tidak untuk dilakukan, yang kadan kita gunakan untuk masa bodoh dengan apa yang terjadi di sekeliling kita, sehingga kita jadi jarang bersukur dengan apa yang ada di sekeliling kita, buka mata dan lihatlah tetangga kita, teman kos kita, keluarga kita, jalan-jalan selama ini kita jalani, alam di sekeliling kita yang harus membuat kita bersukur akan kesebasaran NYA. menghantarkan kita pada perasaan dan iba pada apa yang terjadi di sekeliling kita. berapa banyak kita MALU melihat hal yang tidak pantas untuk dilihat dimana yang dilihat itu bukan lah hak dari mata kita, malu memandang wanita yang jalan memperlihatkan seluruh lekukan tubuhnya, MALU.
ambil lah hakmu dan rebutlah ketika hakmu di rampas orang lain
berikan lah hak orang lain dan jangan di jadikan hakmu
dan janggan merasa semua yang kau lihat adalah milikmu
inggat mata yang kau miliki adalah milik penciptamu
yang di titipakan padamu 
gunakan lah dengan baik
bangsa yang di kenal dengan keramahan berganti dengan bangsa yang garang bingas dan hampir menjadi binatan yang berpakaian atau mumngkin suatu saat nanti melepaskan pakaiannya, bangsa yang di kenal dengan sopan santu adat dan budaya yang meningikan martabat orang lainmeng orang lain bergandi mendjadi bangsa yang senang menceritakan keburukan orang lain tanpa memperhatikan dirinya yang mungkin lebih buruk dari orang yang di ceritakannya " tau kah kita bahwa sanya kita adalah cermin buat orang lain dan orang lain cermin buat kita" bangsa kita kehilanggan keramahan nya berganti dengan keramahan sinetron, kebaikan kita menjadi kebaikan semu yang selalu meng harapkan imbalan dari apa yang kita lakukan, mengambil peran seperti pada lakon sinetron, budaya ramah berganti dengan budaya filem horor, dimana kita senang menakuiti-orang dan bangga ketika orang ketakutan karena kita keramahan berganti menjadi budaya MALU-MALU.
taukah kamu apa yang kau lakukan pada orang lain
akan berbalik terjadi padamu di suatu saat nanti
karena apa yang kita lakukan sekarang
adalah langkah kita untuk 
MASADEPAN

budaya gotong royong menjadi budaya imbalan, di negeri ini banyak penceramah agama yang harus menyejukan hati ummat yang harus menjadi contoh yang baik, hanya pandai berkata-kata dan membuat ummat menagis, semakin banyak orang menagis semakin banyak bayaran yang di perolehnya pencerama pun menjadi pekerjaan budaya membantu orang pun hilang berganti dengan budaya rupia, teringat teman saya pernah berkata INDONESIA AKAN TERUS SEPERTI INI SAMPAI PARA UST DAN PENCERAMAH DI NEGERI INI MEMILIKI KANTONG MENGHADAP KEBAWAH. kehilanggan budaya saling membantu dan saling tolong menolong berganti menjadi budaya KORUPSI, budaya baru yang paing bayak di nikmat di negeri ini mulai anak kecil sampai kakek-nenek, bahkan jadi kurikurum di sekolahan ( bukan over generalisatin yang merasa boleh tersinggun) menyuruh murit melakukan kebaikan tetapi pendidiknya tidak pernah memberikan contoh kebaikan bahkan menyuruh kebaikan dengan kekerasaan. INILAH BUDAYA MALU-MALUin