BUDAYA MALU-MALUin
negri indah subur dan rupawan
bagaikan gadis cantik
memperlihatkan kemolekan tubuhnya
di hadapan laki-laki tanpa malu-malu
seolah hendak dipandang dan dinikmati
apa yang terjadi dengan negri kita ini di tengah peradaban pos-moderenitas, dimana kebanyakan manusia tidak memperlihatkan apa yang sedang terjadi di sekelilingnya bahkan sampai pada tidak punya perasaan dan rasa malu, bangsa yang dikenal dengan keramahan, etos kerja yang tinggi, teku, memiliki semangat gotong royong, yang berlahan -lahan semakin megikis dan suatu saat akan hilang, pilar dan benteng teguh bangsa ini di hancurkan dengan budaya baru yang ku sebut budaya malu-malu, BUDAYA MALU-MALU budaya yang menghantarkan masyarakat di negeri ini melepaskan perasaan, melepaskan etika, melepaskan semua milik dan hak nya di berikan begitu saja pada hal-hal yang tidak di pahami.
melepaskan perasaan dari perasaan yang sanggat iba terhadap hal yang terjadi di sekelilinggnya berganti dengan masabodoh dan tidak mau peduli, seorang gadis cantik tinggi semampai dengan hak tinggi dengan mengunakan pakaian yang bagian atassnya jadi serbah menonjol ( biar agak sopan) dan jens ketat sehingga lekukan pinggul kebawah kelihatan ( seksi kata sebagian orang yang melihatnya) dengan gaya yang berlenggak bak seorang model di woll merah, tanpa peduli apa yang terjadi di sekelilinggnya ( sekarang saya menggajak pembaca untuk berimajinasi bukan lekukan tubuh wanita itu tapi coba kita lihat apa yang terjadi dengan orang-orang di sekeliling wanita itu), semua mata tepanah memperhatikan dari atas sampai bawah mulai anak kecil sampai kakek-kakek bukan hanya peria yang melihatnya tetapi wanita juga memandang keindahan yang tak dihargai oleh pemiliknya atau terlalu dihargai sehingga memamerkan begitu saja dihadapan banyak mata
memang pakean itu pakaian mu
memang yang kau gunakan adalah milikmu
memang yang melekat ditubuh mu adalah milikmu
tapi mata yang melihatmu apakah juga mata mu
perasaan yang melihat mu adalah perasaan mu
rasa keinginan untuk mempesetubuhimu adalah keinginan mu
tidak sadaar kah engkau bawasanya keindahan
yang kau milili bukan hakmu yang tidak patas kau perlihatkan
mata adalah nikmat dari tuhan yang harus di sukuri, anugra ilahi yang harus di tempatkan pada tempatnya dimana mata sebagai alat umtuk melihat kekuasaan tuhan, untuk melihat apa yang terjadi di sekeliling kita, untuk melihat apakah ini pantas atau tidak untuk dilakukan, yang kadan kita gunakan untuk masa bodoh dengan apa yang terjadi di sekeliling kita, sehingga kita jadi jarang bersukur dengan apa yang ada di sekeliling kita, buka mata dan lihatlah tetangga kita, teman kos kita, keluarga kita, jalan-jalan selama ini kita jalani, alam di sekeliling kita yang harus membuat kita bersukur akan kesebasaran NYA. menghantarkan kita pada perasaan dan iba pada apa yang terjadi di sekeliling kita. berapa banyak kita MALU melihat hal yang tidak pantas untuk dilihat dimana yang dilihat itu bukan lah hak dari mata kita, malu memandang wanita yang jalan memperlihatkan seluruh lekukan tubuhnya, MALU.
ambil lah hakmu dan rebutlah ketika hakmu di rampas orang lain
berikan lah hak orang lain dan jangan di jadikan hakmu
dan janggan merasa semua yang kau lihat adalah milikmu
inggat mata yang kau miliki adalah milik penciptamu
yang di titipakan padamu
gunakan lah dengan baik
bangsa yang di kenal dengan keramahan berganti dengan bangsa yang garang bingas dan hampir menjadi binatan yang berpakaian atau mumngkin suatu saat nanti melepaskan pakaiannya, bangsa yang di kenal dengan sopan santu adat dan budaya yang meningikan martabat orang lainmeng orang lain bergandi mendjadi bangsa yang senang menceritakan keburukan orang lain tanpa memperhatikan dirinya yang mungkin lebih buruk dari orang yang di ceritakannya " tau kah kita bahwa sanya kita adalah cermin buat orang lain dan orang lain cermin buat kita" bangsa kita kehilanggan keramahan nya berganti dengan keramahan sinetron, kebaikan kita menjadi kebaikan semu yang selalu meng harapkan imbalan dari apa yang kita lakukan, mengambil peran seperti pada lakon sinetron, budaya ramah berganti dengan budaya filem horor, dimana kita senang menakuiti-orang dan bangga ketika orang ketakutan karena kita keramahan berganti menjadi budaya MALU-MALU.
taukah kamu apa yang kau lakukan pada orang lain
akan berbalik terjadi padamu di suatu saat nanti
karena apa yang kita lakukan sekarang
adalah langkah kita untuk
MASADEPAN
budaya gotong royong menjadi budaya imbalan, di negeri ini banyak penceramah agama yang harus menyejukan hati ummat yang harus menjadi contoh yang baik, hanya pandai berkata-kata dan membuat ummat menagis, semakin banyak orang menagis semakin banyak bayaran yang di perolehnya pencerama pun menjadi pekerjaan budaya membantu orang pun hilang berganti dengan budaya rupia, teringat teman saya pernah berkata INDONESIA AKAN TERUS SEPERTI INI SAMPAI PARA UST DAN PENCERAMAH DI NEGERI INI MEMILIKI KANTONG MENGHADAP KEBAWAH. kehilanggan budaya saling membantu dan saling tolong menolong berganti menjadi budaya KORUPSI, budaya baru yang paing bayak di nikmat di negeri ini mulai anak kecil sampai kakek-nenek, bahkan jadi kurikurum di sekolahan ( bukan over generalisatin yang merasa boleh tersinggun) menyuruh murit melakukan kebaikan tetapi pendidiknya tidak pernah memberikan contoh kebaikan bahkan menyuruh kebaikan dengan kekerasaan. INILAH BUDAYA MALU-MALUin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar