ini cerita tentang seorang kawan pada ku tentang hutan di desanya di sebuah desa di sulawesi tenggara, sebut saya nama dia betmen ( ini sial), adalah seorang mahasiswa teman diskusi ku tentang berbagai hal mulai dari agama, politik, psikologi,ekonomi kerakyatan dan tentang gerakan serta budaya dan banyak lagi yang biasa kami diskusikan. ini salah satuh cerida dia
di kampun dia masyarakatnya agak sedikit kurang tersentuh dengan budaya belajar, yah mungkin di sebabkan banyak faktor penyababnya, masalah yang membuat beliau resah saat ini adalah soal pengundulan hutan, atau penebangan hutan secara ilegal atau ilegal loging, atau pemerkosaan hutan atau banyak nama lain yang bisa kita sebutkan berkaitan tentang persoalan ini.
hutan sebagai kawasan konserfasi atau hutan yang dilindungi karena masih banyak kayu yang hanya bisa hidup didararan sulawesi yaitu eboni dala bahasa setempat disebut kayu hitam ( heheh basa penulis) atau jenis kayu lain yang di tebang tanpa surat dan tidak diremajakan lagi yang akan berefek kepada anak - anak dan cucu-cucu masayarakat sedunia, hutan adalah paruh-paruh dunia akan di gunduli dan di perkosa habis demi keuntunggan segelintir orang yang tidak bukan adalah suatu kejahatan yang terstruktur. yang masih membingungkan saya sampai hari ni hal itu masih berlangsung dan belum ada penaganan yang lebih serius oleh pemerintah padahal ini sanggat berbahaya. di seluruh dunia orang berkampanye tentang dunia hijau kok di kapung saya penebagan hutan sampai ekspor hasilnya pun mashi berlangsung ada apa dengan negeriku ini
betmen kemudian masih bercerita tentang desanya, pelaku penebang hutan adalah orang orang sekitar desanya, penadannya juga orang orang sekirat kampunya bahkan sudah ada jatah masing-masing dan ini hanya mengayakan segelintir orang saja, warga sengaja di manjakan dengan alkohol dan pendidikan di desa temansaya ini pun menurut saya masih sangat jauh tertinggal ketimbang desa dasa lain di indonesia, masih menurut betmen yang bercita-cita membuat skolah rakyat untuk memangkas apa yang pernah dia rasakan sebelum dia melanjutkan sudy nya. citra buram yang hasil analisas saya sengaja di bentuk agar masyaraka tidak megetahui apa yang mereka lakukan dan apa efeknya terhadap mereka (kampanya tentang lingkunga) yang harus dilakukan pemerintah pun tidak ada ini lah efek bagai mana pemerintah atau para politikus hanya sibuk megurusi perut dan bawa pertu tidak pernah mengurusi rakyat dan sekitarnya, ini mungki juga efek kecedasan mahasiswa yang suka demo tentang negara tapi tidak pernah berdemo tentang hutan,
sempat terlintas di behah saya kasus banyir bandang di papua beberapa tahun yang lalu yang mungkin akan terjadi juga dikampung kawan saya ( bukan mendoakan tapi kalau terus berlangsung penebagan hutan tersebtu maka kejadian seperti ini tidak bisa dihindari). tidak ada jalan lain selain memberikan pendidikan tentang kelestarian alam pada masyarakat sejak PAUD sampai Mahasiswa. mungkin ini lah cara yang harus dilakukan memberikan kesadaran pada masyarakat tentang lingkungan, mengurip kisah di filem kertun avatar dalam cpter manusia rawa, sesunguhnya seluruh pohon yang ada di dunia ini saling mengikat pada satu akar dan saling mengkomunikasian nasib mereka, ingat maranya alam sanggat berbeda dengan murka tuhan, karena segala sesuatu itu memiliki jiwa masing-masing dan akan memberontak sama seperti semut yang di injak. maka saatnya membuat mereka kembali hidup.
saya hanya bisa bersaran sama kawan saya si betmen " kawan ku tugasmu sanggat banyak, mulai dari menyadarkan masyarakat sampai menyadarkan para pengusaha kayu dan juga pemerintah. perjuangan mu baru dimulai dan tidak akan pernah berhenti, jadilah orang yang dimuliakan karena ingin merumbah sesuatu yang salah walaupun resikonya sangat berat, inggat kawanku dunia tidak akan bertutup mata tentnag perjuaganmu" tulisan ini ku dedikasikan untuk mu BATmen
Saat ini hututanmu yang dijarah
besok Anoamu yang dipunahkan
lusa lautmu akan dikuras
mingunya alam mu akan meminta kembali haknya yang kau regut
harus kau kembali mengulung kerak lengan tagan mu
saatnya kau menyipan badimu dan menggantinya dengan penamu
saatnya kau yang dulunya di kucilkan mulai mengucilkan
ajarkan pada mereka bagai mana merawat bumi mu
bagai mana merawat alammu, bagai mana merawat hutanmu
bagai mana merawat dirimu dan bagai mana merawat hatimu
(kaka.s.psi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar